Catatan: Didin Maninggara
---------
Rumah Makan Hj. May, kuliner Sunda yang legendaris. Menyajikan sayur asam dan aneka menu Sunda penggugah selera. Berada di pinggir jalan raya yang padat lalu lintas. Berjarak sekitar satu kilometer dari Kantor Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, arah utara menuju Kecamatan Mauk.
Suasana di dalam rumah makan ini membuat betah karena pemiliknya Hj. May menyimpan cerita menarik.
Ketika bercerita, Hj. May mengungkap satu hal yang menarik bahwa rumah makannya telah berdiri sejak tahun 1980-an. Menempati tempat yang kecil di bagian depan rumahnya.
Rumah makan ini menyajikan kuliner khas Sunda yang kaya akan rasa dan variasi, menjadi salah satu warung kuliner terkenal di wilayah itu. Bahkan, banyak yang bernostalgia saat mengunjungi warung ini.
Saya dan M. Nasir, sahabat lama seprofesi di antara yang bernostalgia di rumah makan ini. "Duuuuh, Bu Haja, rumah makannya semakin komplit menyajikan berbagai macam lauk pauk khas Sunda, seperti ayam bakar, empal, pepes, ikan goreng, sayur asem, dan tentu saja sambal penggoda rasa," ujar Nasir yang dulunya sering makan di warung ini.
Saya pun mengalami hal yang sama. Saat masih tugas meliput di Tangerang era 1980-an, beberapa kali makan bersama sejumlah teman lama.
Tiga di antaranya saya ceritakan ke Hj. May dan dirinya pun masih teringat. Saat itu, saya diajak Pak Camat Sepatan Pak Sukma yang telah almarhum, Camat Mauk Cucu Suhanda juga almarhum dan Kepala Desa Salembaran yang akrab disapa Lurah Ambeng atau Lurah Jawarah.
Seperti dulu, kita bisa memilih lauk pauk sesuai dengan selera, dan menikmatinya dengan nasi hangat dan teh khas Sunda atau Betawi, menggugaah selera.
Salah satu yang menjadi andalan di Warung Nasi Hj. May adalah sayur asam dan sambalnya didukung empal dan ayam bakar kampung yang menjadi kesukaan M. Nasir.
"Sambal ini memiliki rasa yang pedas, asam, dan gurih, yang cocok untuk menambah selera makan," ujarnya, seraya memperjelas bahwa yang makan di warung ini bisa ketagihan saat memakannya.
Warung Nasi Hj. May buka setiap hari mulai dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Harga makanannya terjangkau.
Bisa memilih menu sesuai keinginan. Saking sukanya, M. Nasir memesan empal untuk dibawa pulang.
Banyak orang yang mengaku ketagihan dengan Warung Nasi Hj. May. "Termasuk Bupati Tangerang sekarang, saat beliau masih camat suka makan di sini," ucap Hj. May.
Saat saya dan Nasir beranjak pulang, kami foto bertiga dengan Hj. May di depan rumah makannya pada Senin malam ini.
John Doe
5 days agoLorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.