Catatan
Jurnalistik
Yonathan Nugraha
Jurnalis Senior GARANEWS.ID
Usianya yang ke-44, Hilal Firmansyah, SE, MM melangkah maju. Bukan sebagai pengusaha biasa, tapi sebagai calon nahkoda Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bogor periode 2026-2031.
Setelah menimba pengalaman organisasi yang cukup mumpuni, dan menerima estafet perusahaan keluarga, PT Tri Manunggal Karya dari sang ayah, H Tb Nasrul Ibnu HR, dia tidak coba-coba alias bereksperimen untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Kadin. Dengan membawa semangat kebersamaan, alumnus strata dua IPB University ini siap mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Kadin. "Saya membawa dan mengajak rereongan membersamai membangun Kadin ke depan," janji Hilal saat sambutan di depan Pengurus dan Anggota HIPMI Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu di sebuah hotel di Kawasan Sentul.
Lahir di Bogor, 4 Maret 1982, darah pengusaha memang sudah mengalir di tubuhnya. Kini ia maju dengan membawa visi besar: menjadikan Kadin sebagai rumah bersama seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bogor.
Jejak Pendidikan
dan Dunia Usaha
____
Hilal bukan orang baru di dunia organisasi dan bisnis. Ia adalah Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan melanjutkan S2 di Sekolah Manajemen Bisnis, IPB University, Bogor. Kombinasi ilmu ekonomi dan manajemen bisnis ini menjadi bekalnya dalam membaca arah ekonomi daerah.
Saat ini Hilal menjabat sebagai Direktur Utama PT. Tri Manunggal Karya. Di ranah organisasi, ia dipercaya sebagai Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor dan Wakil Ketua Kadin Propinsi Jawa Barat.
Jabatan-jabatan itu bukan kebetulan. Hilal memang besar di lingkungan pengusaha. Ayahandanya adalah seorang pengusaha sukses di bidang jasa konstruksi yang pernah memimpin Gapensi Jawa Barat dan Kadin Kabupaten Bogor. Hingga hari ini, sang ayah, H. TB. Nasrul masih menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Provinsi Jawa Barat.
"Sepertinya jejak orangtua diikuti," kata salah satu koleganya.
Sebelum terjun penuh ke usaha keluarga, Hilal pernah menjabat sebagai Site Manager di salah satu Bank swasta terkenal di Indonesia.
Pengalaman di perbankan dan dunia konstruksi inilah yang membentuk cara pandangnya yang pragmatis namun strategis.
Berkantor dan tinggal di kawasan Cibinong, Hilal setiap hari bergaul langsung dengan denyut nadi ekonomi Kabupaten Bogor. Ia paham betul persoalan di lapangan, mulai dari kontraktor, UMKM, sampai investor.
Visi: Episentrum
Rereongan yang
Inovatif dan Inklusif
____
Jika diberi amanah memimpin, Hilal membawa visi yang lugas: "Menjadikan Kadin Kabupaten Bogor sebagai episentrum 'rereongan' yang inovatif, mandiri, inklusif dan berkelanjutan."
Kata _rereongan_ ia ambil dari kearifan lokal Sunda. Artinya sederhana: bersama-sama membangun untuk mencapai tujuan dan harapan bersama.
Visi ini ia tuangkan dalam 4 misi utama:
1. Digitalisasi UMKM
Hilal menilai UMKM adalah tulang punggung ekonomi Kabupaten Bogor. Tapi banyak yang masih gagap teknologi.
Programnya: pelatihan, pendampingan digital marketing, sampai akses ke marketplace.
Tujuannya satu: UMKM naik kelas dan bisa bersaing.
2. Kemitraan yang
Adil antara Industri
Besar dan Lokal
Selama ini sering ada gap antara perusahaan besar dan usaha lokal. Hilal ingin Kadin jadi jembatan. Ada skema kemitraan, subkontrak, dan rantai pasok yang menguntungkan dua belah pihak.
"Yang besar jangan jalan sendiri. Yang kecil juga harus ditarik naik," tegasnya.
3. Kemudahan Investasi
dan Reformasi
Layanan Ekonomi Iklim investasi
harus ramah.
Birokrasi dipangkas, layanan dipercepat. Kadin di bawah Hilal akan aktif menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah untuk menciptakan ekosistem usaha yang kondusif.
4. Pengembangan Ekonomi Hijau,
Ketahanan Pangan,
dan Ekowisata
Kabupaten Bogor punya potensi besar di sektor ini. Hilal ingin mendorong program berbasis lingkungan, pertanian berkelanjutan, dan pariwisata yang memberdayakan masyarakat lokal.
Keempat misi itu ia bungkus dalam motto juang: "Kadin Baru, Pengusaha Bogor Maju dengan semangat Rereongan Sangkan Waluya."
Momentum
Pemersatu
Pasca Disharmoni
Hilal mendeklarasikan diri pada Senin, 28 Agustus di sebuah hotel di Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Acara itu dihadiri ratusan anggota dari 12 Asosiasi Usaha Anggota Luar Biasa ALB Kadin Kabupaten Bogor.
Dalam orasinya, Hilal tidak basa-basi. Ia mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kembali soliditas Kadin yang sempat pecah akibat disharmoni pengurus.
"Kita harus kembali ke rumah besar. Tidak ada lagi sekat. Mari bersama berkolaborasi, gotong royong memperkuat positioning Kadin sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dan masyarakat," ujarnya lantang.
Karena itu konsep inklusif yang ia tawarkan dinilai tepat momentum. Tidak membedakan skala usaha. Dari pelaku mikro di pasar sampai perusahaan besar, semua dapat ruang yang sama.
Penguatan kelembagaan UMKM juga jadi prioritas. Selain digitalisasi, Hilal mendorong pendampingan permodalan usaha dan _upgrade_ SDM. Baginya, Kadin tidak boleh hanya jadi tempat kumpul pengusaha besar. Kadin harus hadir sampai ke warung, ke koperasi, ke kelompok tani.
Gaya
Kepemimpinan:
Merangkul dan
Fokus Bekerja
____
Ketua Tim Pemenangan Hilal, Gustav Manurung, menyebut ada 3 modal sosial yang dimiliki Hilal: mau mendengar, siap merangkul, dan tangguh bekerja.
Hal ini terlihat dari cara Hilal membangun komunikasi. Ia tidak hanya berorasi di hotel. Ia juga turun ke asosiasi, mendatangi anggota, dan menyerap aspirasi
Perumpamaan Hilal tentang Kadin sebagai bahtera juga menarik. "Kita siap menghadapi badai dan ombak bersama-sama. Semua penumpang harus selamat sampai tujuan," katanya.
Harapan
untuk Kadin
Masa Depan
____
Bagi Hilal, memimpin Kadin bukan soal jabatan. Ini soal tanggung jawab membangun ekosistem.
Di era digital dan perubahan iklim dunia usaha, Kadin dituntut lebih adaptif, terutama menghadapi perkembangan dunia digital yang begitu cepat. UMKM harus melek teknologi. Investasi harus hijau dan berkelanjutan. Kolaborasi harus nyata, bukan hanya sekedar seremoni.
Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman di perbankan, konstruksi, dan organisasi, Hilal merasa siap. Apalagi ia tumbuh dari keluarga yang sudah lama mengabdi di Gapensi dan Kadin.
Kini tinggal menunggu Mukab ke IX Kadin Kabupaten Bogor yang rencananya digelar 7 September 2026.
Apakah semangat _rereongan_ yang ia usung mampu merebut hati mayoritas anggota Kadin Kabupaten Bogor.
Satu hal yang pasti, Hilal Firmansyah datang membawa tawaran berbeda. Bukan janji, tapi konsep kerja bersama. Dari Cibinong untuk Kabupaten Bogor yang lebih maju.
Biodata
Singkat
____
Nama: Hilal Firmansyah, SE, MM.
TTL: Bogor, 4 Maret 1982.
Pendidikan: S1 FE Universitas Trisakti, S2 Sekolah Manajemen Bisnis IPB University.
Jabatan: Dirut PT. Tri Manunggal Karya, Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor, Waka Bidang Jaskon Kadin Propinsi Jawa Barat.
Visi: Episentrum Rereongan yang Inovatif, Mandiri, Inklusif dan Berkelanjutan.
Motto: Kadin Baru, Pengusaha Bogor Maju - Rereongan Sangkan Waluya.
John Doe
5 days agoLorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.