GARANEWS.ID _ Cendekiawan muslim dunia, Din Syamsuddin berkunjung kembali kesekian kali ke Republik Rakyat Cina (RRC). Dalam kunjungan kali ini, untuk mengunjungi delegasi 40 siswa Kelas 12 SMA Dea Malela yang mengikuti Perjalanan Edukasi atau EduTrip di negara tersebut, dalam kapasitas pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa, NTB.
Disela kunjungan tersebut, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu, bertemu Kepala National Religious Affairs Administration (NRAA) Duan Yijun di Beijing, Cina. Keduanya membahas peluang kerja sama antara Cina dan dunia Islam, khususnya umat Islam Indonesia, dalam berbagai bidang peradaban.
“Dalam kunjungan itu saya manfaatkan bertemu berbagai pihak untuk kemungkinan kerja sama, baik dalam bidang bisnis maupun budaya,” kata Din, melalui keterangan tertulis kepada GARANEWS.ID, Rabu tengah malam, 14 Oktober 2026.
Menurut Din, pembicaraan dengan Duan, berlangsung Jumat, 9 Oktober, membahas kemungkinan kerja sama antara Cina dan dunia Islam, khususnya umat Islam Indonesia, dalam berbagai bidang peradaban, termasuk produk halal antar kedua negara.
Pada hari yang sama, Din juga bertemu Gao Fu di Beijing. Pembicaraan mereka berfokus pada peluang kolaborasi perdagangan dan bisnis produk pertanian halal, baik dari Cina ke Indonesia maupun dari Indonesia ke Cina.
Penjajakan berikutnya berlangsung di Xi’an pada Senin (12/10/2026). Din berdiskusi dengan Ma Yaojun, Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Impor dan Ekspor Produk Pertanian Shaanxi.
Pertemuan tersebut membahas kemungkinan kerja sama antara kamar dagang itu dan Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu), terutama dalam bidang produk halal.
Agenda EduTrip 2026 para santri memadukan kunjungan ke lembaga pendidikan, pusat sains dan teknologi, serta tempat bersejarah dan masjid. Berdasarkan dokumen agenda, rombongan berangkat dari Sumbawa pada 3 Oktober, tiba di Beijing pada 4 Oktober, kemudian terbang dari Guangzhou ke Jakarta pada 15 Oktober.
Di Beijing, kunjungan pendidikan mencakup Beijing World Youth Academy untuk berdiskusi dengan siswa SMA serta tur dan diskusi di Beijing Institute of Technology. Kedua kegiatan itu tercantum dalam jadwal 9 Oktober, bersama audiensi dan diskusi di KBRI Beijing.
Agenda pengenalan sains dan teknologi mencakup China Science & Technology Museum serta kunjungan dan orientasi ke pabrik Xiaomi. Juga audiensi dengan China Islamic Association pada 8 Oktober, dilanjutkan salat Zuhur dan observasi di Masjid Niujie.
Kegiatan budaya dan sejarah di Beijing meliputi Tembok Besar di Juyongguan, Temple of Heaven, Capital Museum of China, serta Qianmen Street. Di Xi’an, agenda mencantumkan Bell and Drum Tower, Masjid Agung Xi’an, dan kawasan Xi’an Muslim Quarter.
Adapun kegiatan di Guangzhou mencakup Masjid Huaisheng serta kunjungan dan orientasi ke South China University of Technology pada 14 Oktober.
Perjalanan edukasi para santri dijadwalkan berlanjut di Jakarta, Bandung, Bogor, dan Depok pada 15–20 Oktober 2026.
Di Jakarta, agenda mencakup Masjid Istiqlal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kunjungan ke kedua kementerian direncanakan berupa audiensi, orientasi, dan diskusi.
John Doe
5 days agoLorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.