Gara News
Home Berita Di Balik Sosok Menua Dimakan Usis, Rahman Sapulette Menyimpan Kenangsn dslam Menemani
PILGUB NTB 2024

Di Balik Sosok Menua Dimakan Usis, Rahman Sapulette Menyimpan Kenangsn dslam Menemani

Senin, 20 April 2026 9 Views 0 Comment
di-balik-sosok-menua-dimakan-usis-rahman-sapulette-menyimpan-kenangsn-dslam-menemani

 

 

Suatu malam di Markas Gabungan Jurnalis Investigasi Nusa Tenggara Barat (GJI NTB) di Kota Mataram. Rahman Sapulette bergumam. "Aku kalah dalam memiliki ...., tapi aku menang dalam menemani." 

 

Gumamnya ia tujukan kepada Yadi, sang sahabat yang sering menemaninya di markas itu. 

 

"Kau tak lagi butuh aku…," ujar Sapulette pada dirinya.

 

Air matanya tumpah, seolah menjadi mahkota kemenangan yang tak seorang pun tahu. Termasuk Babe Amin, bos andalan Sapulette.

 

Malam itu langit tak lagi bersahabat. Hujan lebat membasahi bumi. Sesekali petir menggelegar.

Sapulette berdiri di tepi kenangan_ sebuah pojok tembok_ dengan tangan kosong mengepal angin yang masuk dari celah pintu.

 

Sembari bersuara keras, ia berujar "Kau adalah bintang yang kuinginkan kupegang selamanya, tapi takdir memilihku sebagai bayangan yang setia menemani, bukan pemilik." 

 

Sapulette mengakui dirinya kalah dalam memeluk sang kekasih yang berulang kali memanggilnya "Kau milikku." 

 

Hatinya robek pelan-pelan saat sang kekasih berjalan menjauh dengan senyum yang lebih bahagia.

 

Hatinya meninggalkan kenangan karena ia telah menemaninya dalam mimpi yang indah sampai bahunya saling menyentuh dalam tangis bahagia.

 

Hari-hari ini Sapulette menangis di tempat sang kekasih tertawa.Tapi di balik air matanya, ada kebanggaan yang tak terucap: “Aku telah mencintaimu dengan cara paling suci— tanpa pernah memilikimu, tapi selalu ada saat kau butuh.”

 

Sapulette kalah dalam memiliki, tapi menang dalam menemani.   

 

Begitulah lika-liku kehidupan. Kadang cinta yang paling dalam bukanlah yang memiliki, tapi yang rela menjadi bayangan setia di belakang cahaya.

 

Sapulette pemenang sekaligus penenang yang jarang orang mengerti.

 

Lantaran itulah, Sapulette tampak bahagia menikmati masakan khas daerah kelahirannya: sepat & singang bersama bos besarnya Senin siang tadi.

 

Suatu malam di Markas Gabungan Jurnalis Investigasi Nusa Tenggara Barat (GJI NTB) di Kota Mataram. Rahman Sapulette bergumam. "Aku kalah dalam memiliki ...., tapi aku menang dalam menemani." 

 

Gumamnya ia tujukan kepada Yadi, sang sahabat yang sering menemaninya di markas itu. 

 

"Kau tak lagi butuh aku…," ujar Sapulette pada dirinya.

 

Air matanya tumpah, seolah menjadi mahkota kemenangan yang tak seorang pun tahu. Termasuk Babe Amin, bos andalan Sapulette.

 

Malam itu langit tak lagi bersahabat. Hujan lebat membasahi bumi. Sesekali petir menggelegar.

Sapulette berdiri di tepi kenangan_ sebuah pojok tembok_ dengan tangan kosong mengepal angin yang masuk dari celah pintu.

 

Sembari bersuara keras, ia berujar "Kau adalah bintang yang kuinginkan kupegang selamanya, tapi takdir memilihku sebagai bayangan yang setia menemani, bukan pemilik." 

 

Sapulette mengakui dirinya kalah dalam memeluk sang kekasih yang berulang kali memanggilnya "Kau milikku." 

 

Hatinya robek pelan-pelan saat sang kekasih berjalan menjauh dengan senyum yang lebih bahagia.

 

Hatinya meninggalkan kenangan karena ia telah menemaninya dalam mimpi yang indah sampai bahunya saling menyentuh dalam tangis bahagia.

 

Hari-hari ini Sapulette menangis di tempat sang kekasih tertawa.Tapi di balik air matanya, ada kebanggaan yang tak terucap: “Aku telah mencintaimu dengan cara paling suci— tanpa pernah memilikimu, tapi selalu ada saat kau butuh.”

 

Sapulette kalah dalam memiliki, tapi menang dalam menemani.   

 

Begitulah lika-liku kehidupan. Kadang cinta yang paling dalam bukanlah yang memiliki, tapi yang rela menjadi bayangan setia di belakang cahaya.

 

Sapulette pemenang sekaligus penenang yang jarang orang mengerti.

 

Lantaran itulah, Sapulette tampak bahagia menikmati masakan khas daerah kelahirannya: sepat & singang bersama bos besarnya Senin siang tadi.

Tags:

Tinggalkan Komentar



Komentar

Image Description
John Doe
5 days ago

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.