Gara News
Home Berita Catatan Didin Maninggara dari Bali: IKASUM JAYA GELAR MAULID ADAT SUMBAWA DI TIM PADA MINGGU LUSA
Beranda Jakarta

Catatan Didin Maninggara dari Bali: IKASUM JAYA GELAR MAULID ADAT SUMBAWA DI TIM PADA MINGGU LUSA

Jumat, 26 September 2025 15 Views 0 Comment
catatan-didin-maninggara-dari-bali-ikasum-jaya-gelar-maulid-adat-sumbawa-di-tim-pada-minggu-lusa-2

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M akan digelar oleh Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya (Ikasum Jaya) di Masjid Amir Hamzah Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat pada Minggu, 28 September lusa. Acara dimulai dari pukul 10:00 sampai selesai.

 

Kegiatan ini bakal berlangsung meriah dan penuh hidmat. Ratusan warga Sumbawa yang menetap di Jabodetabek diprediksi akan tumpah ruah mengikuti acara yang sarat nuansa adat Sumbawa. 

 

Dalam catatan saya yang selalu mengikuti kegiatan Ikasum Jaya sejak tahun 1975, peringatan maulid kali ini merupakan yang pertama kali digelar Ikasum Jaya secara adat. Hal ini memperkuat adat tau dan Tana' Samawa di perantauan dengan tempat maulid di TIM, sebagai pusat kegiatan seni dan budaya tertua di Jakarta.

 

Kegiatan maulid adat ini bakal lebih hidmat dengan menampilkan pembawa hikmah maulid oleh Prof. Dr. M. Wildan, SS, MA _ seorang kawula muda asal Utan, yang meniti karier akademik dengan cemerlang.

 

Terbetik kabar, maulid ini dilengkapi male, sanra dan baku yang menjadi tradisi khas masyarakat Sumbawa dalam memperingati maulid secara turun temurun sejak dahulu kala. Sudah tentu juga dirangkaikan dengan sholawat, tausyiah dan doa.

 

Maulid yang akan digelar di TIM, kata Sekretaris Ikasum Jaya, H. Sabaruddin, bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ekspresi cinta umat kepada Rasulullah SAW. Karena itu, tidak bertentangan dengan Islam selama tidak bercampur dengan hal-hal yang mudharat.

 

Sementara itu, sesepuh Ikasum Jaya, MS. Soebhekti menaruh harapan besar pada maulid ini untuk memperkuat falsafah Tau Samawa yakni adat barenti ko syara’, syara’ barenti ko Kitabullah membawa nuansa tersendiri dalam peringatan maulid ini.

 

Adapun Ketua Umum Ikasum Jaya, Lukman Malanuang memberi artikulasi dan makna nilai. Lukman menekankan bahwa segala perbuatan yang tidak ada larangannya dalam Al-Qur’an maupun hadits, maka boleh dilakukan. Ia menegaskan tidak ada satu pun dalil yang melarang peringatan Maulid Nabi. Justru, selama perayaan itu diisi dengan kebaikan, do'a, dan syiar Islam, maka bernilai ibadah. 

 

"Maulid secara adat Sumbawa adalah warisan leluhur yang sarat makna syukur dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, Lukman mengajak seluruh tau Samawa yang menetap di Jabodetabek berkenan menghadiri maulid ini yang juga sebagai ajang silaturrahim mempertebal kebersamaan dan persaudaraan di tanah rantau.

 

"Peringatan maulid ini 

kembali meneguhkan identitas masyarakat Sumbawa di ibu kota dan sekitarnya sebagai masyarakat religius yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat: Taket ko Nene, kangila boat lenge yang akan dikupas secara lugas oleh Prof Dr M. Wildan pada maulid hari Minggu lusa," ujar Lukman.

Tinggalkan Komentar



Komentar

Image Description
John Doe
5 days ago

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.