Foto: Budi Indra Dermawan dengan pangkat Brigjen dan Komisaris Besar (Kombes) dalam suatu acara
Jabatan Ketua Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya (Ikasum Jaya) tengah jadi pembicaraan. Hal itu bukan saja karena ketuanya, Arif Hidayat telah meninggal dunia, melainkan juga menjelang waktunya dilakukan pemilihan pengurus baru masa bakti satu periode ke depan.
Aspirasi yang mengemuka berharap, calon nahoda baru organisasi peguyuban ini perlu memunculkan sederet nama. Sehingga banyak pilihan untuk didiskusikan di ranah internal secara organisatoris.
GARANEWS.ID sebagai media pers dengan nama kepanjangan: Gerakan Rakyat Indonesia (GARA), mengusung motto: "Menginspirasi & Mencerdaskan" memiliki badan hukum resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Keputusan Menteri Hukum, mencoba mewacanakan beberapa nama calon Ketua Ikasum Jaya. Untuk episode (1) catatan ini, menampilkan sosok Brigjen Pol Budi Indra Dermawan, S.IK, M.M.
__________
Brigjen Pol Budi Indra Dermawan tengah menjadi pembicaraan di kalangan tau Samawa (orang Sumbawa) di Jabodetabek. Pasalnya, ia dinilai tepat untuk mengemban jabatan Ketua Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya (Ikasum Jaya).
Mengapa mesti Budi Indra Dermawan? Sederet alasan mengemuka, baik dalam barape batompok (ngobrol ramai-ramai) maupun dari mulut ke mulut saat bertemu atau saling menelepon.
Pada diri Budi Indra melekat kuat semangat keSamawaannya, karena ia orang Sumbawa tulen, dari buyut, kakek nenek hingga kedua orang tuanya. Darah dagingnya adalah jati dirinya tau Samawa. Sosoknya adalah wajah yang memantulkan cerminan ketulusan sekaligus kekuatan pemimpin.
Maka, dalam perspektif memimpin organisasi paguyuban yang mengedepankan kekeluargaan dalam kebersamaan, figur Budi Indra dibutuhkan Ikasum Jaya.
Banyak yang meyakini, ia mampu membangkitkan semangat kepedulian dan menguatkan kebersamaan di wilayah sekeras ibu kota ini.
Sebagai tau Samawa, Budi Indra dipandang mampu menyulam kebersamaan internal Ikasum Jaya, di tengah jabatan kerennya di Polri. Tentu, antara lain, ia bisa membangun komunikasi, koordinasi dan konsolidasi dengan digitalisasi. Sebab, digitalisasi merupakan peradaban baru berbasis internet memberi kemudahan berkomunikasi dengan segala kecepatan dan keakuratan.
Digitalisasi telah menjadi sarana hubung dalam semua sektor. Menjalin kebersamaan dengan jarak jauh, tidak lagi menjadi penghambat karena kesibukan kerja. Akses digital telah mampu membangun kerja sama yang baik antara sesama kita melalui aplikasi percepatan efektivitas.
Inilah gambaran nyata yang bisa jadi alasan penguat, mengapa Budi Indra didorong memimpin Ikasum Jaya, di tengah kesibukan dan kepadatan tugas resminya sebagai perwira tinggi kepolisian yang sewaktu-waktu berpindah tugas dan daerah penempatan.
Apalagi untuk Ikasum Jaya, hanya sebagian kecil anggotanya berdomisili di DKI Jakarta yang terdiri dari 5 wilayah kota administratif: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan serta Pulau Seribu (yang berada di tapal batas laut antara Banten dan Kabupaten Bekasi). Mayoritas tau Samawa menetap di 5 wilayah Provinsi Jawa Barat: Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Sementara yang bertempat tinggal di wilayah Provinsi Banten adalah di Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Karena itu, Ikasum Jaya disebut juga Ikasum Jabodetabek.
*Profil Budi Indra Dermawan
Budi Indra Dermawan adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 16 November 2020 menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Kalemlatprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri.
Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 4 Oktober 1970. Dari ayah dan ibundanya orang Sumbawa tulen. Ayahnya saat ia lahir berpangkat letnan ditugaskan di Pusdik Polri di Candi, Semarang. Pangkat terakhir ayahnya yang bernama lengkap M. Aminullah adalah Komisaris Besar Polisi atau Kombes. Kini, sudah almarhum.
Budi Indra Dermawan dikenal di lingkungan kerjanya sebagai sosok perwira yang bekerja total, atau total dalam bekerja.
Ketika menjadi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) di Polda Nusa Tenggara Barat maupun Dirlantas Polda Jawa Timur dengan pangkat Kombes, ia dinilai oleh anak buahnya tidak saja bekerja total, tapi juga seorang religius, familiar, peduli dan suka becanda.
Lantaran hal-hal itulah, Budi Indra Dermawan meraih Bintang Bhayangkara Naraya dari Presiden Joko Widodo.
Setelah cukup lama sebagai Dirlantas Polda Jawa Timur, Budi resmi berpamitan pada Kamis malam, 20 Agustus 2020 di Hotel Majapahit, Surabaya. Pasalnya, ia mendapat amanah baru untuk memegang jabatan baru sebagai Kalemlatprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri di Jakarta.
Dalam sambutan perpisahannya, ia menyampaikan kesan bahwa apa yang telah dicapai Ditlantas adalah buah dari kerja sama banyak stakeholder.
"Ini suatu kehormatan bagi kami, tidak menyangka akan bertugas di Jatim. Ternyata rasa keluargaannya sangat luar biasa. Satu tahun capaian semacam ETLE, TACS, dan lainnya dapat terjalan dengan baik karena ada sinergi bersama berbagai pihak," ujarnya di sela-sela sambutannya.
Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Jatim, AKBP Pranatal Hutajulu mengenang bahwa budaya kerja yang dibangun oleh Kombes Budi mengangkat konsep serius, namun santai.
"Saatnya serius kita serius, setelah itu kita ketawa-ketawa. Dengan begitu banyak ide muncul. Termasuk saat merealisasikan ETLE dari nol dan juga TACS," ungkap AKBP Pranatal mengenang kesuksesan Budi.
Sederet fakta menunjukkan prestasinya ketika menjadi Dirlantas. Antara lain yang saya ingat adalah kemampuannya berinovasi. Salah satunya, yakni E-tilang dan TACS (Traffic Accident Claim System)
Inovasi itu, ia terapkan untuk kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia menyakini, dengan dukungan teknologi yang baik di era digital, pelayanan kepada masyarakat bisa menjadi lebih baik.
"Motivasi saya untuk memberikan pelayanan kemudahan kepada masyarakat dan mengurangi risiko anggota di lapangan melakukan interaksi. Kalau polisi nyetop di jalan terkesan negatif, karenanya kita lakukan dengan IT," ungkap Budi mengenai E-Tilang.
Dibalik kesibukannya sebagai Direktur Ditlantas Polda Jawa Timur saat itu, Budi juga dikenal sebagai seorang yang religius.
Hal tersebut diungkapkan oleh para bawahannya. Antara lain, staf pribadinya, Bripka Tri.
"Yang saya kagum, bahkan sangat kagum, beliau sangat agamis, itu yang membuat saya terkadang bertanya dengan beliau tentang hukum-hukum dalam agama, bahkan beliau sering menegur kita stafnya mengingatkan untuk membayar zakat," ujar Tri kepada beberapa media di Mapolda Jawa Timur, yang dalam catatan jurnalistik saya, Tri mengungkapkannya pada Jumat, 27 Juli 2020.
Di mata lahir batin Tri, Budi merupakan sosok pemimpin yang tegas, punya pendirian dan tidak monoton. Budi juga kerap membuat sesuatu inovasi dan cenderung lebih sering keluar dari zona nyaman sehingga ia kerap kali menjadi contoh bagi Polda lain.
"Beliau tidak terlalu suka dianggap spesial, lebih ke sosok seorang keluarga, sangat familiar dan peduli akan kondisi bawahannya dan orangnya super agamis," tutur Tri.
Tri mengungkapkan bahwa Budi tak pernah luput puasa Senin Kamis. Begitu pula dengan zakat mall, shodaqoh serta tak pernah lupa shalat dhuha setiap hari. Bahkan Tri pun mengikuti jejaknya untuk puasa Senin Kamis.
"Kalau beliau lagi marah-marah anak buahnya diajak begini "yuk kita shalat bareng, kurang berdoa bareng nih kayaknya kita, sehingga jadi gak konek gini," jelas Tri.
Meski hubungan Tri dengan Budi adalah pemimpin dengan anak buah, sosok Budi menurut Tri, lebih seperti keluarga. Budi sangat perhatian terhadap bawahannya.
"Bahkan untuk hal yang tidak penting, misalnya pernah nih anak saya lomba panahan di Malang eh di kasih uang saku loh sama beliau, duh top dah," tambah Tri.
Tri pun terinsipirasi dengan Budi Indra. Sosok Budi bahkan menjadi influencer bagi Tri dalam hal beragama.
"Insya Allah inginnya sih seperti beliau, selaras sejalan dengan agama dan berprinsip tapi mungkin masih banyak mokongnya nih kita hehehe," kata Tri.
Staf pribadi Budi Indra yang lain, Brigadir Polisi Anggi Wijanarko juga mengatakan hal yang sama dengan Tri. Menurutnya, Budi memang sosok yang sangat baik. Sebagai seorang pemimpin yang pekerja keras.
"Sosok orang yang tidak betah kalau harus berdiam diri di ruangan, energinya seperti tidak ada habisnya dan selalu melecut anggota untuk berinovasi," ungkap Anggi.
Budi, kata Anggi, kerap kali mengajaknya shalat berjamah. Budi pun tak memberi jarak pada anggotanya.
"Bahkan saya beberapa kali disetirin beliau loh hehehe wah pelanggaran sebenarnya tapi ya ya begitulah beliau sering bercanda dengan anggota," ujarnya.
Sesuai dengan nama belakang Budi yakni Dermawan, Anggi pun mengenal Budi sebagai sosok yang dermawan. Kedermawanan Budi kerap kali ditiru oleh orang lain, kepada siapapun, baik yang tidak dekat bahkan belum kenal sekalipun ia kerap memberi bantuan.
"Sangat terinsipari, beliau sering berpesan kalau sering bantu orang suatu saat kita akan dipermudah apabila menemui kesulitan," terang Anggi.
Anggi dan Tri mengatakan, akan meneladani sikap Budi Indra Dermawan, yakni selalu menjadi pribadi yang religius dan total dalam bekerja.
*Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi
Berkat kerja keras dan kerja cerdas disertai kedisiplinan dan integritas, Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Idham Azis memimpin upacara korps raport atau kenaikan pangkat Kombes Budi Indra Dermawan menjadi perwira tinggi (pati) berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) di Ruang Pertemuan Utama, Mabes Polri, pada Jumat, 4 Desember 2020.
Maka terhitung 4 Desember 2020, Budi Indra Dermawan resmi menyandang perwira tinggi bintang satu atau Brigadir Jenderal, hingga sekarang ini.
Ada sebanyak 46 pati Polri yang naik pangkat pada hari tersebut. Yang naik dari Kombes ke Brigadir Jenderal Polisi ada 30 orang, termasuk Budi Indra Dermawan yang mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri.
*Wakil Manajer Bhayangkara Presisi
Sikap totalnya dalam bekerja dibuktikan juga pada kegiatan lain. Seperti pada pertandingan Proliga 2024 yang digelar di GOR PSCC, Palembang, Sumsel, Kamis malam, 9 Mei 2024 memberikan berkah tersendiri bagi tim milik Polri, yakni tim putra, Jakarta Bhayangkara Presisi, menyusul sukses tim putri dan sama sama memetik kemenangan telak dengan skor masing masing 3-0.
Tim putra Jakarta Bhayangkara Presisi mengalahkan Jakarta Garuda Bangkit dengan skor 3-0 (25-20, 25-19, 25-22). Bagi Jakarta Bhayangkara Presisi, kemenangan tersebut merupakan kemenangan kedua dari empat laga yang telah dijalani, tidak lepas dari semangat dan motivasi Budi Indra Dermawan.
Ketua manager Bhayangkara Presisi, Irjen Pipit Rahmanto melalui wakil manager Brigjen Budi Indra Dermawan tidak mampu menyembunyikan kegembiraan usai kedua timnya berhasil membekuk lawan lawannya stright set.
“Alhamdulillah, anak anak tampil dengan bagus malam ini (kemaren), permainan yang lepas sehingga mampu ‘menghipnotis’ penonton di kota Palembang. Semangat dan kekompakan tim seperti ini yang kami harapkan terus mereka tampilkan di setiap pertandingan,” ujar Budi saat itu.
Budi mengaku torehan positif tersebut berkat keseriusan selama latihan. Menurutnya, tim besutannya sudah berada pada jalur yang tepat sehingga perlu dijaga agar terus berada pada jalur kemenangan setiap laga. (Bersambung ke episode ke 2).
John Doe
5 days agoLorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.