Foto: Rhoma Irama bersama Zulfikri Ramdhani dan Ketua Forsa Cabang Sumbawa, Mustafa, ST; MT yang akrab dengan nama gaul Barax
GARANEWS.ID _
Putra Sumbawa, Zulfikri Ramdhani, mewakili NTB meraih Juara 2 pada Forsa tingkat nasional tahun 2024. Ajang bergengsi ini digelar di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, dari 12 hingga Sabtu malam, 14 Desember 2024.
Pencarian bakat nasional Fans of Rhoma dan Soneta (Forsa) menampilkan peserta yang lolos seleksi di tingkat kabupaten/ kota dan provinsi se Indonesia, merupakan wujud apresiasi dan penghargaan spektakuler di ujung akhir tahun dan menyambut tahun baru 2025.
Bumi Perkemahan Ragunan yang asri dan menyejukkan, seakan turut menyambut prestasi spektakuler Zulfikri Ramdhani, yang mengharumkan Tana Samawa, tempat kelahirannya. Dan, tentu saja mengharumkan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pada ajang bergengsi ini, Zulfikri tampil ekspresif. Penuh percaya diri. Melantunkan suara emasnya dalam sepotong lagu wajib berjudul Irup Iku Irup, tembang pavorit Rhoma Irama, raja dangdut yang legecy.
Kemudian seuntai syair lagu pilihan bertajuk Derita di Balik Tawa.
Kedua tembang syair lagu ini, menghentak kagum pengunjung yang memenuhi ruang ajang Idol Forsa kelas nasional itu.
Suasana yang dikemas sedemikian indah, semarak dan riang gembira, dirangkai dengan Kopdarnas, alias Kopi Darat Nasional, membuat acara terkesan spektakuler ditingkahi angin berbisik dari rindang pepohonan di Bumi Perkemahan yang menambah kagum pada penampilan Zulfikri yang ekspresif.
Ketika membawakan lagu Derita di Balik Tawa, Zulfikri menampilkan ekspresi semacam merenung. Ada kesan religi membalut bahasa kalbunya. Ada gerak seperti menghitung almanak Tuhan betapa syair-syair melantun tulus dari kolong batinnya.
Ada rasa ia ingin teriak. Tapi rasa itu terbalut selembar daun terluka di balik dahan-dahan berduka.
Sudut pandangnya seperti patahan bayang, melayang ke tepi sepi saking ekspresifnya melantunkan Derita di Balik Tawa.
Melantunkan lagu itu, dalam desah nafasnya merasakan derita. Tapi kolong batinnya lagi-lagi mengukir zikir membuat batinnya pun tertawa.
Dengan bahasa semesta, ia yakin pada lagu itu ada bisikan Tuhan menyuburkan semangatnya berelan vital.
Bisikan Tuhan menjadi penambah ekspresinya yang begitu ekspresif tampil memukau. Raganya menyatu kembali dengan jiwa senimannya yang acapkali melafazkan zikir
"Laa ilaha illallah" pada tiap kali sholat wajib. Maklumlah, Zulfikri seorang ustadz yang mengajarkan ayat-ayat Kitabullah pada murid ngajinya. (Bersambung ke episode 2).
John Doe
5 days agoLorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.