Gara News
Home Berita Catatan Budaya Didin Maninggara (5) : Pesan Bupati KSB pada Upacara Adat Pengangkatan Datu Raja Muda Kesultanan Sumbawa
Beranda Sumbawa

Catatan Budaya Didin Maninggara (5) : Pesan Bupati KSB pada Upacara Adat Pengangkatan Datu Raja Muda Kesultanan Sumbawa

Kamis, 30 Mei 2024 47 Views 0 Comment
catatan-budaya-didin-maninggara-5-pesan-bupati-ksb-pada-upacara-adat-pengangkatan-datu-raja-muda-kesultanan-sumbawa

Foto: Dr. Ir. H.W. Musyafirin dan istri diabadikan bersama Sultan Sumbawa ke 17 Sultan Muhammad Kaharuddin IV dan Datu Raja Muda Kesultanan Sumbawa usai upacara adat Pengangkatan di Istana Dalam Loka

 

 

Ia tata kata dengan sepenuh hati. Sembari menatap bangga pada Raihan Omar Hasani Priyanto, yang baru saja dilantik sebagai Datu Raja Muda Kesultanan Sumbawa di Istana Dalam Loka, Rabu, 29 Mei 2024.

 

Begitulah ekspresi yang memantul ketika Bupati Sumbawa Barat dua periode, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM menyampaikan sambutan pada upacara adat yang sarat nilai-nilai sejarah dan ritualitas itu. 

 

Gustur tubuhnya yang mungil mengenakan busana adat, memukau pandang seratusan tamu undangan yang hadir saat memberi sambutan. Antara lain, tokoh besar yang mendunia, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, pejabat dari Kementerian Parekraf, Mendikbud, Balai Pelestarian Nilai Budaya Wilayah 15, Bupati Sumbawa dan Bupati Bima beserta seluruh jajaran Forkopimda. 

 

H.W. Musyafirin yang telah diberi gelar Deapati Koasa ling Anorawi, sejak awal hingga kini setia pada pikirannya yang mengukir hati terdalam. Yaitu, adat harus ditegakkan. Justru di tengah arus deras globalisasi yang menandai era peradaban digital berbasis internet.

 

Adat kita, bersendi syara" dan Syara' bersendi Kitabullah, jangan sampai kehilangan dalam menjalani kehidupan, menjadi hal yang memenuhi pikiran Musyafirin, sejak dulu dan kini.

 

Di bawah kolong batinnya berselimut nurani, Musyafirin menginginkan adat harus terus dirawat. Seperti merawat bunga-bunga harum semerbak mewangi. Membuat rindu, seperti dalam mimpi indah.

 

Ia amat sangat memahami sejarah adalah kontinuitas waktu. Dalam perspektif tau dan Tana' Samawa, memahami sejarah, sama halnya memaknai keberadaan Sultan Sumbawa tempo dulu, kini dan esok.

 

Karena itulah, dalam pertemuan di Harlah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada 2 tahun lalu, dirinya menyampaikan perlunya pewarisan tahta, penerus Sultan Sumbawa ke 17, Dea Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV.

 

"Ini harus segera dipikirkan penerusnya dan itu harus dikukuhkan," ucapnya dua tahun silam, yang disampaikan kembali dalam sambutan kemarin.

 

Mengenai kondisi adat budaya tau dan Tana' Samawa sekarang ini, ia prihatin. Sebab terjadi goncangan budaya dari luar, bahkan dari internal. 

 

"Ada yang mengaku adat lain, padahal itu adat kita," tegas bakal calon Wagub NTB itu yang diduetkan dengan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd (Rohmi-Firin) pada Pilkada mendatang.

 

Ia menjelaskan, selama 9 tahun ini menjadi Bupati sudah 3 kali berhadapan dengan Komnasham, terkait soal adat dari sekelompok orang mengaku-ngaku adat lain, padahal itu adat kita orang Sumbawa. Cara kawin, kegiatan sehari hari itu persis seperti apa yang dilakukan oleh orang Sumbawa. 

 

"Itulah tantangan kita hari ini dan kedepan," tegasnya.

 

Di akhir sambutannya, H.W. Musyafirin sebagai pribadi dan mewakili Pemkab serta masyarakat Sumbawa Barat mengucapkan selamat kepada Datu Raja Muda Kesultanan Sumbawa yang telah dilantik, dengan gelar Dea Mas Madinah.

 

"Mudah-mudahan adat dan budaya kita ini dapat terus dijaga. Budaya ini penting bagi kita untuk mempersatukan. Siapa lagi kalau bukan kita, kapan lagi kalau tidak sekarang," tutupnya mengakhiri sambutan yang bermuatan motivasi. (Lanjut ke episode 6).

Tinggalkan Komentar



Komentar

Image Description
John Doe
5 days ago

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.