Gara News
Home Berita Baru Dilantik Jadi Kepala BGN, Nama Nanik Masuk dalam Baysng-Bayang Kasus Korupsi MBG
Opini

Baru Dilantik Jadi Kepala BGN, Nama Nanik Masuk dalam Baysng-Bayang Kasus Korupsi MBG

Senin, 08 Juni 2026 65 Views 0 Comment
baru-dilantik-jadi-kepala-bgn-nama-nanik-masuk-dalam-baysng-bayang-kasus-korupsi-mbg

 

 

Catatan Jurnalistik

Didin Maninggara Seputar Korupsi (Episode 3)

______

 

Jakarta, 8-06-2026

 

Nanik S Deyang baru Senin sore tadi dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana yang tersandung kasus korupsi.

 

Namun kabar lain di balik pelantikannya, mulai berhembus. Selain rekam jejaknya yang kerap menjadi sorotan kembali menjadi diperbincangkan, nama eks wartawan itu juga dikaitkan dengan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Agung.

 

Nama Nanik pernah menjadi perhatian publik pada 2018 dalam kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Saat itu, ia diketahui menyebarkan informasi bohong terkait dugaan penganiayaan Ratna melalui media sosial dan pesan berantai, serta mengantarkan Ratna bertemu dengan Prabowo Subianto. 

 

Dalam perkara tersebut, Nanik sempat diperiksa penyidik dan memberikan kesaksian di persidangan.

 

Pada Pemilu 2019, ia juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

 

Kemudian pada September 2025, Nanik menjadi sorotan setelah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait kasus keracunan massal yang menimpa ribuan anak dalam pelaksanaan program MBG. 

 

Di saat yang sama, ia juga aktif menanggapi kritik terhadap program tersebut melalui media sosial.

 

Sekarang Nanik resmi dipercaya memimpin BGN, lembaga yang bertanggung jawab mengelola program pemenuhan gizi bagi puluhan juta anak Indonesia setiap hari.

 

Di tengah pelantikannya, Kejaksaan Agung juga membuka kemungkinan memeriksa Nanik sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi MBG. 

 

Hingga kini, perkara tersebut telah menjerat tiga tersangka, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

 

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman, menegaskan penyidik dapat memanggil siapa pun yang dianggap mengetahui peristiwa pidana untuk dimintai keterangan.

 

“Kalau yang namanya saksi itu siapapun yang kami perlukan untuk membuat terang tindak pidana itu, siapapun bisa untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Syarief.

 

Dengan posisi barunya sebagai Kepala BGN, kepemimpinan Nanik diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, baik terkait pelaksanaan program MBG maupun perkembangan proses hukum yang tengah berlangsung.

 

Kabar ini terkait pertanyaan publik kenapa Nanik S Deyang tak terseret kasus korupsi MBG, padahal dia bagian dari kebijakan dalam posisinya saat itu Wakil Kepala BGN bidang Investigasi dan Komunikasi Publik.

 

Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai terdapat sejumlah faktor yang kemungkinan menjadi alasan Nanik tidak terlibat dalam kasus yang tengah diusut aparat penegak hukum tersebut. Salah satunya adalah karena Nanik bergabung dalam struktur pimpinan BGN pada periode yang lebih belakangan dibandingkan pejabat lain.

 

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025 bersama Sony Sanjaya. Sementara itu, Lodewyk Pusung telah lebih dahulu dilantik sebagai Wakil Kepala BGN pada 22 Oktober 2024.

 

Menurut Hendri, faktor waktu bergabung tersebut dapat menjadi salah satu alasan mengapa Nanik tidak masuk dalam daftar pihak yang terseret kasus dugaan korupsi tata kelola MBG yang terjadi pada periode 2025 hingga 2026.

 

Selain itu, Hendri juga menilai Nanik selama ini dikenal menunjukkan loyalitas yang kuat terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sikap tersebut dinilai turut berperan dalam menjaga integritas dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

 

"Dia tegak lurus ke Pak Prabowo, sehingga dia bisa menjaga marwah itu," kata Hendri.

 

Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa kinerja Nanik tetap perlu diawasi secara ketat. 

 

Pengawasan dinilai penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan secara transparan, akuntabel, dan terhindar dari potensi penyimpangan di masa mendatang.

(Bersambung ke episode 4).

Tinggalkan Komentar



Komentar

Image Description
John Doe
5 days ago

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.