IMG-LOGO-X
Home Berita Akhirnya Terungkap!!! Temuan LSM Garuda Indonesia Ada Indikasi Korupsi Berjamaah di PDAM Lombok Timur Dilaporkan ke Kejati NTB, Kejagung dan KPK
BERANDA LOMBOK TIMUR

Akhirnya Terungkap!!! Temuan LSM Garuda Indonesia Ada Indikasi Korupsi Berjamaah di PDAM Lombok Timur Dilaporkan ke Kejati NTB, Kejagung dan KPK

Sabtu, 01 Juli 2023 380 Views 0 Comment
akhirnya-terungkap-temuan-lsm-garuda-indonesia-ada-indikasi-korupsi-berjamaah-di-pdam-lombok-timur-dilaporkan-ke-kejati-ntb-kejagung-dan-kpk

 

GARANEWS.id _ LSM Garuda Indonesia semakin bertaring. Setelah melakukan investigasi selama lebih dari lima bulan, mengungkap indikasi korupsi berjamaah di PDAM Kabupaten Lombok Timur.

 

Demikian disampaikan Direktur LSM Garuda Indonesia M. Zaini kepada GARANEWS.id pada Minggu dinihari, 2 Juli 2023 melalui pesan WhatsApp. Temuan investigasi tersebut diserahkan langsung ke DPRD Lombok Timur dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB pada Selasa 27 Juni lalu.

 

Menurut Zaini, pihaknya menemukan banyak sekali permasalahan, baik dari aspek manajemen maupun adanya indikasi korupsi berjamaah di BUMD itu, yang mungkin selama ini tidak terungkap ke permukaan. 

 

Dia menceritakan kedatangan LSM Garuda Indonesia yang diterima oleh Ketua Komisi III DPRD Lombok Timur hanya untuk menyerahkan hasil temuan adanya indikasi korupsi berjamaah di perusahaan daerah tersebut. Kemudian bersama sejumlah anggotanya, Zaini melanjutkan ke Kejaksaan Tinggi NTB untuk menyerahkan hal yang sama.

 

“Setelah menyerahkan beberapa bukti ke DPRD Lombok Timur, kami bersama anggota Garuda lainnya akan langsung menuju kantor Kejaksaan Tinggi NTB untuk melaporkan adanya indikasi korupsi berjamaah di PDAM Lombok Timur," ungkap Zaini yang sarjana hukum itu.

 

Dia menjelaskan beberapa kejanggalan dan indikasi korupsi yang ditemukan, sebagai berikut:

 

1. Tidak dikerjakannya proyek sarana pendukung MBR di Kecamatan Suela, yaitu pembangunan reservoar dan penggantian pipa transmisi induk dari 4 in menjadi 6 in yang sudah ditetapkan dalam RKAP PDAM tahun 2019 yang berdampak kepada gagalnya proyek MBR dimaksud dengan nilai ratusan juta rupiah.

 

2. Pekerjaan fiktif berupa pembelian pasir lambat yang mana uangnya sudah dikeluarkan dari kas perusahaan (PDAM), namun sampai dengan hari ini fisik barangnya tidak ada dan lokasi proyeknya di SPL sambalia (kross cek di laporan keuangan PDAM, data terkait akan dibawakan pada saat melakukan hearing) dan pemaparan bukti ke Kejaksaan Tinggi.

 

3. Pelelangan barang dan jasa tidak sesuai dengan Perpres dan SOP karena nilai proyek yang seharusnya di tender tapi dipecah-pecah pada hari dan tanggal yang sama agar tidak melalui tender sehingga bisa dilakukan penunjukan langsung.

 

4. Adanya dugaan pembelian asesoris dan bahan barang bekas yang tidak sesuai dengan SNI dan RAB dengan spek yang kualitas rendah.

 

5. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020, penerimaan oprasional dan jumlah pengeluaran terdapat selisih yang sangat signifikan yaitu (pendapatan operasional Rp 15.788.577.278, sementara jumlah pengeluaran Rp 23.597.191,145) sehingga terdapat selisih Rp 7.597.614,145, artinya lebih besar pasak dari pada tiang sehingga ini perlu dilakukan uji petik dan pemeriksaan khusus; (dokumen laporan dewas dan dokumen ini akan kami bawakan pada saat hearing).

 

6. Proyek bongkar dan tanam pipa yang tidak tertuang dalam RKAP dan status pipa yang dibongkar masih pinjam pakai dan ini dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan oknum direksi yang mana pembongkaran pipa ini dilakukan di wilayah Orong Bukal Jerowaru dan Gres Kelurahan Ijo Balit yang mana hasil pembongkaran itu dijadikan proyek lagi untuk penanaman pipa di wilayah Kabar Sakra dan kecamatan Jerowaru, lagi-lagi penaman pipa ini kedalamannya tidak sesuai standar dan pryek ini jelas-jelas tidak produktif karena tidak ada air yang mengalir terutama yang di Jerowaru.

 

Zaini menambahkan bahwa selama ini carut marutnya permasalahan yang ada di internal PDAM Lombok Timur terkesan adanya pembiaran oleh bupati, alias Lotim 1.

 

"Hasil temuan kami bahwa indikasi ini terjadi sejak tahun 2019 sampai 2023," ujarnya, seraya mempertegas bahwa pihaknya melihat adanya pembiaran yang dilakukan oleh Lotim satu terhadap carut marutnya PDAM Lombok Timur.

 

Zaini berharap, karena hasil investigasi LSM Garuda Indonesia menemukan indikasi korupsi ini dimulai dari tahun 2019, semoga Kejaksaan Tinggi NTB cepat merespon demi perbaikan manajement dan demi masyarakat Lombok Timur.

Tags:

Tinggalkan Komentar



Komentar

Image Description
John Doe
5 days ago

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.