GARANEWS.ID _ Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Sumbawa pada Jumat (23/01/2026). Peristiwa ini memicu rangkaian bencana alam simultan mulai dari banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung (Bansor & APB) yang tersebar di 11 kecamatan.
Berdasarkan laporan mutakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, ribuan jiwa terdampak dan sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan serius.
Kecamatan Tarano dan Empang Terparah
Wilayah timur Sumbawa menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Di Kecamatan Tarano, Desa Labuhan Bontong luluh lantak diterjang banjir bandang yang merendam 5 dusun. Tercatat sebanyak 612 KK atau sekitar 1.567 jiwa terdampak. Selain pemukiman, banjir juga merendam fasilitas pendidikan (2 PAUD, 1 SD) serta menghanyutkan 67 hektare lahan pertanian dan 60 hektare tambak warga.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Empang. Banjir luapan menggenangi lima desa sekaligus, yakni Desa Empang Atas, Empang Bawah, Bunga Eja, Jotang, dan Ongko. Fasilitas publik seperti MIN Empang, Pasar Empang, dan Masjid Babussalam turut terendam, memaksa aktivitas ekonomi dan pendidikan lumpuh sementara.
Infrastruktur Putus dan Pemukiman Terisolir
Di Kecamatan Maronge, akses utama menuju Desa Labuhan Sangor terputus setelah jembatan di Dusun Sangor A roboh akibat hantaman debit air yang sangat besar. Masyarakat setempat kini berupaya membangun jembatan darurat secara gotong royong agar desa tidak terisolir total.
Sementara itu, di Kecamatan Moyo Hilir, akses jalan lintas desa di Dusun Sengakal dan Batu Bangka tidak dapat dilalui kendaraan karena genangan air yang tinggi, menyebabkan mobilitas warga terhambat sepenuhnya.
Ancaman Longsor di Wilayah Perkotaan
Di pusat kota Sumbawa Besar, ancaman utama bergeser pada bencana tanah longsor. Lima kelurahan (Pekat, Seketeng, Umasima, Brang Biji, dan Lempeh) melaporkan ambruknya penahan tebing pemukiman dan beronjong sungai.
“Terjadi tanah longsor dan kerusakan penahan tebing di beberapa titik kota dengan total panjang kerusakan mencapai lebih dari 300 meter,” lapor BPBD. Di Kelurahan Lempeh, ketinggian air masih bertahan di angka 20-30 cm, memaksa 55 KK melakukan evakuasi mandiri.
Amukan Puting Beliung
Selain banjir, angin kencang juga merusak permukiman di Kecamatan Batulanteh dan Buer. Di Desa Kelungkung, atap bangunan sekolah dan Balai Pertemuan Desa dilaporkan rusak parah. Sementara di Desa Pulau Kaung dan Desa Luk (Kecamatan Rhee), sejumlah rumah warga dilaporkan ambruk akibat terjangan angin pada siang hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, ST, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke seluruh titik lokasi untuk melakukan asesmen cepat (assessment).
“Prioritas kami saat ini adalah keselamatan jiwa. Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk pendataan serta penyaluran bantuan darurat. Kami juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan,” ujar Muhammad Nur Hidayat dalam keterangan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, para pengungsi dan warga terdampak sangat membutuhkan bantuan darurat berupa Logistik Natura meliputi Bahan pokok (beras, minyak, mie instan) dan makanan siap saji.
Dibutuhkan sarana hunian berupa Terpal dan bahan bangunan (kayu, seng, paku) untuk rumah yang roboh. Demikian pula Air bersih dan obat-obatan serta Peralatan Kebersihan Untuk penanganan pasca-banjir di rumah warga dan sekolah.
Laporan ini telah diteruskan secara resmi kepada Kepala BNPB-RI, Gubernur NTB, Bupati Sumbawa, dan jajaran otoritas terkait guna penanganan lebih lanjut secara terpadu.
Berikut Kutipan laporannya
Kepada Yth.
Bapak Kepala BNPB-RI
Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat
Ibu Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat
Bapak Bupati Sumbawa
Bapak Wakil Bupati Sumbawa
Bapak Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat
Bapak Kepala Pelaksana BPBD Prov. NTB
Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa selaku ex-officio.
Dengan ini disampaikan Laporan Sementara kejadian bencana di Kabupaten Sumbawa sebagai berikut :
Jenis Bencana:
Banjir dan Tanah Longsor (BANSOR) dan Angin Puting Beliung (APB)
Waktu kejadian:
Jum’at, 23 Januari 2026
Lokasi kejadian:*
Desa Labuhan Bontong dan Desa Bantulanteh Kecamatan Tarano
Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir
Dusun Nijang Bawah Desa Nijang Kecamatan Unteriwes
Dusun Karang Padak Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas
Dusun Kauman Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas
Dusun Kelungkung Desa Kelungkung Kecamatan Batulanteh
Dusun Sangoro A Desa Labuhan Sangor Kecamatan Maronge
Dusun Kaung Atas Desa Pulau Kaung Kecamatan Buer
Kel. Pekar, Kel. Seketeng, Kel. Umasima, Kel. Lempeh & Kel. Brang Biji Kecamatan Sumbawa.
Desa Empang Atas, Desa Empang Bawah, Desa Bunga Eja, Desa Jotang dan Desa Ongko Kecamatan Empang
Desa Luk Kecamatan Rhee
Dampak dan Kronologi:
Desa Labuhan Bontong
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana banjir bandang di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano pada hari ini, Jumat 23 Januari 2026 yang terdampak : 5 Dusun yaitu Dusun Parang Atas, Dusun Parang Bawah, Dusun Bontong, Dusun Bonto dan Dusun Tiu Sangat: total 612 KK 1567 Jiwa.
Fasilitas umum: TPU terendam banjir dan longsor, 2 Paud terendam, 1 SD terendam, Rumah Dataku terendam, lahan pertanian 67 Ha, Lahan tambak 60 Ha.
Kebutuhan mendesak : Air Bersih, Obat-obatan dan logistik.
Desa Bantulanteh
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana banjir bandang di Desa Bantulanteh, terdampak pada 1 Dusun yaitu Dusun Bantu terdampak 150 KK 450 Jiwa.
Fasilitas umum : SDN Negeri Bantulanteh terendam, tebingsungai longsor -+18 M, terjadi pendangkalan -+ 1000 M di DAS wilayah Desa Bantulanteh.
Banjir Moyo Hilir Dusun Sengakal dan Dusun Batu Bangka terisolir tidak bisa di lewati banjir menggenangi jalan lintas desa sehingga lalu lintas terganggu.
Dusun Nijang Bawah Desa Nijang Banjir menggenangi pemukiman warga. Terdampak:
RT. 01 RW. 05 : 7
RT. 01 RW. 06 : 8
RT. 02 RW. 06 : 8
Total 23 KK 92 Jiwa
Bencana banjir di Dusun Karang Padak Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas, tanggal 23 Januari 2026. -+ 56 KK 224 Jiwa.
Banjir bandang menggenangi pemukiman warga di Dusun Kauman Desa Labuhan Sumbawa korban terdampak -+ KK 38 152 Jiwa.
Terjadi angin kencang di Dusun Kelungkung, RT 001/ RW 03 Desa Kelungkung yang mengakibatkan 3 atap bangunan sekolah rusak parah dan atap Balai Pertemuan Desa Kelungkung rusak ringan pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 04.00 WITA.
Kerugian belum dapat diketahui dan tidak ada korban jiwa.
Laporan Kejadian Bencana Alam
Jembatan Rusak
Atap Rumah warga rusak parah
Waktu Kejadian :
Hari/Tanggal : Jum’at , 23 Januari 2026
Alamat : RT. 001 RW. 001
Dusun Sangor A Desa Lab. Sangor Kec. Maronge
Kronologi Kejadian :
Debit air yang melewati jembatan cukup besar, sehingga sebagian badan jembatan roboh tergerus oleh oleh Air
Hujan dan Angin kencang yang menyebabkan Atap Rumah Bapak Abdul Haris rusak Parah (roboh). Pemilik rumah mengalami kerugian materiil, namun tidak terdapat korban jiwa.
Upaya yang telah dilakukan:
Melakukan pengecekan dan pendataan langsung ke lokasi kejadian oleh perangkat Desa dan Camat Maronge
Mengamankan lokasi guna mencegah terjadinya hal-hal yang membahayakan warga sekitar.
Melaporkan kejadian kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan dan bantuan lanjutan.
Mengimbau warga sekitar agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Masyarakat melaksanakan gotong royong, membuat jembatan darurat. Hal ini penting dilakukan karena satu2nya akses masuk ke Desa Sangoro.
Mengingat kondisi cuaca yang masih memprihatinkan kami memohon dukungan bantuan berupa:
Bantuan bahan bangunan untuk perbaikan rumah yang roboh (kayu, seng, paku).
Bantuan kebutuhan pokok (beras, minyak goreng, gula, mie instan).
Pembangunan Jembatan darurat.
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengakibatkan amruknya rumah warga dan terhempasnya atap rumah warga di Dusun Kaung atas Desa Pulau Kaung Kec. Buer pada tanggal 23 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 wita.
Lokasi Penanganan (Banjir) Kebencanaan Kota Sumbawa Besar :
Pekat : Sekitaran rumah Orang tua Mas Deden (air limpahan depan Dinas Perikanan), terjadi tanah longsor dan ambruknya penahan tebing pemukiman -+ 50 M.
Seketeng : Sebelum SDN 14 (depan rumah Pak Subardin/alm), Simpang Buin Ai Awak, Depan SDN 12, Stadion Pragas – Rumah Mertua Bang Opik, Simpang PLN, Kampung Kodok. terjadi tanah longsor dan ambruknya penahan tebing pemukiman -+ 80 M.
Uma Sima: Kampung Jawa, Gang Mamak, depan Pegadaian. terjadi tanah longsor dan ambruknya beronjong penahan tebing pemukiman -+ 65 M.
Brang Biji: Gang Tambora, belakang SPBU Gang Pramuka 3. terjadi tanah longsor dan ambruknya penahan tebing pemukiman -+ 95 M dan akses jalan terputus sekitar -+10 M.
Lempeh : Sernu – jalan Sernu dan sekitarnya.
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, berikut adalah rincian dampak banjir:
Pemukiman: 50 Unit Rumah tergenang.
Populasi Terdampak:
Jumlah KK: 55 Kepala Keluarga.
Jumlah Jiwa: 120 Orang.
Fasilitas Posyandu : 1 Unit
KONDISI MUTAKHIR:
Saat ini ketinggian air mencapai sekitar 20-30 cm. Warga saat ini sebagian bertahan dirumah sambil melakukan pembersihan bekas banjir, dan ada sebagian yang melakukan evakuasi mandiri ke tempat (keluarga) yang lebih aman.
KEBUTUHAN MENDESAK:
Logistik/Makanan siap saji.
Peralatan kebersihan (pasca banjir).
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir di 5 Desa yaitu Desa:
Desa Empang Atas terdampak 280 KK 793 Jiwa terrdampak.
Fasilitas Umum: Paud Bina Balita
Desa Empang Bawah :Dusun Lagenti 190 KK 480 Jiwa, Dusun Masjid 74 KK 237 Jiwa terdampak.
Fasilitas umum: Min Empang, SDN 3 Empang, Paud Anak Bangsa, TK Negeri 3 Empang
Desa Bunga Eja 17 KK 176 Jiwa terdampak.
Fasilitas Umum: Masjid Babussalam, Paud Permata Bangsa, Pasar Empang
Desa Jotang 35 KK 146 Jiwa terdampak.
Fasilitas Umum: Bronjong Sungai Ambruk -+ 5 M
Desa Ongko 56 KK 177 Jiwa terdampak.
Desa Luk Kecamatan Rhee
Hujan dengan deras dengan intensitas tinggi serta angin kencang mengakibatkan 1 rumah warga ambruk di Dusun Bukit Tinggi RT. 04/02 Desa Luk Kec. Rhee. 1 KK 4 Jiwa.
Upaya yang dilakukan:
Melakukan koordinasi dengan Desa, Kelurahan dan Kecamatan tempat kejadian
Melakukan pelaporan dan penyebaran informasi
Tim BPBD Kab. Sumbawa terjun kelokasi kejadian melakukan Assesment.
Kebutuhan Mendesak:
Logistik Natura
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumbawa, Jalan Garuda Nomor 104 Sumbawa Besar.
Kepala Pelaksana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Sumbawa
MUHAMMAD NUR HIDAYAT, ST
NIP. 19690514 199703 1 004
John Doe
5 days agoLorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.