IMG-LOGO-X
Home Berita Catatan Didin Maninggara (1) : Bang Zul dalam Perspektif Pilkada DKI Jakarta
Pilkada

Catatan Didin Maninggara (1) : Bang Zul dalam Perspektif Pilkada DKI Jakarta

Minggu, 19 November 2023 321 Views 0 Comment
catatan-didin-maninggara-1-bang-zul-dalam-perspektif-pilkada-dki-jakarta

Hidup Dr. Zulkieflimansyah, SE; MSc adalah sebuah perjalanan yang berdinamika. Pandangan dan pemikirannya dalam aneka dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, terus bergerak. Menembus sekat antar pergaulan dalam interaksi sosial, ekonomi, politik, bahkan di pusaran kekuasaan.

 

Bang Zul, begitu ia familiar disapa. Adalah putra Sumbawa tulen. Lahir di Sumbawa Besar, ibukota Kabupaten Sumbawa pada 18 Mei 1972. Ia meraih sukses dalam banyak bidang karena daya ubah oleh dirinya sendiri. Ia serupa dirinya. Bukan serupa orang lain.

 

Lantaran itulah, Bang Zul belajar berkebudayaan dan berdemokrasi dengan kedirian dirinya.

 

Prestasinya yang sudah teruji, baik akademis maupun politik dan lain-lain yang bersentuhan dengan intelektualitas dan kecerdasan, dilakoni karena daya ubah dirinya berinovasi dan berpikir yang tidak biasa, dengan segenap dimensinya.

 

Sudah banyak prestasi yang diukirnya sejak usia muda. Berawal dari kemenangannya di berbagai lomba di kota kelahirannya, Zulkieflimansyah akhirnya terpilih menjadi wakil pertukaran pelajar antara Indonesia dan Australia. Dari sinilah wawasannya kian terbuka. Terbukti, setelah hampir setahun mengeyam pendidikan di Darwin High School di Darwin dan Sadadeen Secondary College di Alice Springs tahun 1989, Zulkieflimansyah juga sempat menjalankan Outback Freight Business Service yang memungkinkan dirinya mengenal Australia hingga berinteraksi dengan suku asli Aborigin.

 

Pulang dari Australia, Zulkieflimansyah langsung masuk Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Ekonomi tahun 1995. Dua tahun kemudian, ia memperoleh gelar Masternya di bidang marketing di Strathlyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom (UK). Tak berhenti sampai di situ. Tahun 1998, Zulkieflimansyah kembali meraih gelar Master di bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Departement of Economics, yang berlanjut ke jenjang Doktoral di departemen yang sama di 2001.

 

Bukan hanya di UK, Zulkieflimansyah juga sempat merasakan bangku pendidikan di Sophia University Tokyo, Jepang untuk mempelajari Comparative Asian Industrial System, yang didapatnya dari dukungan Japan Airlines setelah memenangkan lomba menulis mahasiswa dalam bahasa Inggris di tingkat Universitas Indonesia maupung tingkat nasional.

 

Pria yang pernah diangkat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI ini juga menempuh pendidikan lanjutan di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland). Hingga saat ini ia masih dipercaya menjadi Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University.

 

Terjun ke ranah politik, Zulkieflimansyah mendapat banyak dukungan. Ia dipercaya untuk duduk menjadi wakil rakyat di DPR RI periode 2004-2009. Selanjutnya, digandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulkieflimansyah diangkat lagi mewakili daerah pemilihan Banten 2. Selain menjadi Sekretaris Fraksi PKS MPR, Zulkieflimansyah juga tergabung di Komisi VII yang membidangi sumber daya energ dan mineral, riset serta teknologi dan lingkungan hidup. Kemudian, per November 2011, Peneliti Muda Terbaik Indonesia bidang Ekonomi dan Manajemen tahun 2003 ini diamanatkan untuk menjadi Wakil Ketua di Komisi XI.

 

Posisi Bang Zul saat ini bukan pejabat negara. Sebab telah berakhir masa jabatannya sebagai Gubernur NTB pada 19 September 2023. Tapi DPP PKS menginginkan ia maju Pilkada DKI Jakarta 2024 mendatang.

 

Keinginan ini mengandung beberapa makna. Pertama, Bang Zul menjadi sosok potensial, minimal di mata DPP PKS. Memang PKS membuka juga peluang bagi kader lainnya.

 

Makna kedua, keinginan itu sejalan dengan dukungan politis yang pernah diberikan PKS kepada Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta dan saat ini calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan dimana PKS didalamnya NasDem dan PKB.

 

Makna lainnya yang lebih bernilai strategis, saya membaca sinyal dorongan PKS akan menular secara positif berkembang dukungan dari partai lainnya. Apalagi data menunjukkan Bang Zul mampu membawa NTB menjadi provinsi yang semakin mendapat perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Jokowi dalam periode kedua kepemimpinannya.

 

Yang menarik untuk digarisbawahi, dukungan PKS kepada salah satu kader terbaiknya ini, tidak kompensasional. Tapi ingin berkelanjutan sumberdaya kepemimpinan, pasca Anies pimpin DKI Jakarta.

 

Keinginan PKS sungguh konstruktif bagi DKI Jakarta bila dipimpin Bang Zul. Karena gaya kepemimpinannya berkorelasi positif terhadap keseimbangan neraca politik ibukota negara yang menjadi barometer Indonesia di mata dunia internasional.

 

Ini tak lepas dari kemampuannya yang berkapasitas global, yang dibutuhkan DKI Jakarta yang menjadi pusat tatanan dunia Baru dalam perspektif global maupun nasional. (Lanjut ke episode 2).

Tinggalkan Komentar



Komentar

Image Description
John Doe
5 days ago

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.