IMG-LOGO-X
Home Berita Difitnah di WhatsApp Group, Izzul Islam Laporkan Dua Anggota Group WhatsApp "Shbt BangZul Sumbawa KSB" ke Polda NTB
Hukum & Kriminalitas

Difitnah di WhatsApp Group, Izzul Islam Laporkan Dua Anggota Group WhatsApp "Shbt BangZul Sumbawa KSB" ke Polda NTB

Jumat, 24 Maret 2023 486 Views 1 Comment
difitnah-di-whatsapp-group-izzul-islam-laporkan-dua-anggota-group-whatsapp-shbt-bangzul-sumbawa-ksb-ke-polda-ntb

 

GARANEWS.id _ Mantan anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok, HM Izzul Islam melalui kuasa hukumnya resmi melaporkan dua anggota Group WhatsApp "Shbt BangZul Sumbawa KSB" ke Ditreskrimsus Polda NTB, Jumat, 24 Maret 2023. Laporan tersebut perihal dugaan pencemaran nama baik dan Sara dalam UU ITE yang ditujukan kepada Izzul Islam dalam WhatsApp Group yang terjadi pada 19 Maret lalu sekitar pukul 07:24 Wita.

 

Kuasa Hukum HM Izzul Islam, Sahril SH didampingi rekannya Ahyar Supriadi menjelaskan, kedua terlapor berinisial IMD alias OB dan RM alias S. Dimana awalnya, saudara OB memposting link berita yang dimuat salah satu media nasional pada 2011 silam. Dalam berita tersebut memuat soal dugaan ijazah palsu yang digunakan Izzul Islam dalam pencalonan sebagai DPR RI kala itu. 

 

Tak beberapa lama, kata Sahril, postingan di Group WhatsApp tersebut memantik reaksi dari sejumlah anggota group. Salah satunya RM alias S yang membalas dengan kalimat "Manusia paling bobrok dn goblok dn kparat.yg mnggunakan ijazah palsu. Agama nya palsu. Hidupnya palsu.". 

 

"Kalimat itulah yang kami tidak terima. Itu sudah melanggar Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE soal pencemaran nama baik dan Sara," tegas Sahril.

 

Sahril menjelaskan, Group WhatsApp "Shbt BangZul Sumbawa KSB" tersebut saat ini memiliki anggota berjumlah sekitar 448 orang. Sedangkan admin group sebanyak lima orang, termasuk Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah.

 

"Bapak Gubernur sendiri sebagai admin tidak melakukan netralisir, memberikan pencegahan langkah preventif di dalam group. Karena itu kami meminta kepada Ditreskrimsus Polda NTB untuk memanggil para terlapor, termasuk admin," pinta pria yang masih menjabat Kades Jeringo Kabupaten Lombok Barat itu. 

 

Sahril juga mengkhawatirkan jika Polda NTB tidak serius menangani kasus ini, maka simpatisan Izzul Islam akan turun aksi besar-besaran. 

 

"Kita tahu Pak Izzul Islam ini punya banyak massa militan. Tapi kami maunya menyelesaikan kasus ini secara hukum," tegasnya. 

 

Sementara Ahyar Supriadi SH menambahkan, pelaporan yang dilakukannya bersama Sahril SH terkait transaksi elektronik. Sebab dalam postingan di Group WhatsApp tersebut, kedua terlapor diduga kuat melanggar 

Pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik dan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE soal Sara.

 

"Orang bertanya di Group WhatsApp saja bisa dipenjara, apalagi ini yang sudah menuduh dan mengandung unsur Sara," sesalnya.

 

Tanggapan OB

 

Salah satu terlapor, yakni OB menjelaskan kepada GARANEWS.id bahwa postingan berita tentang Izzul Islam dimaksudkan untuk didiskusikan di Grup WhatsApp Shbt Bang Zul. Tidak bermaksud menjelek-jelekkan.

 

"Saya posting link berita dari detikNews yang memberitakan masa lalu Izzul Islam untuk didiskusikan terkait masalah Gili Terawangan, bukan untuk membuka kembali masa lalu Izul," kata OB, Jumat pukul 15:20 Wita.

Tinggalkan Komentar



Komentar

Image Description
John Doe
5 days ago

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.